Home » , » Tipe Karakter Juz 5 Pada Al-Qur'an (Feminim dan Suka Mengungkit)

Tipe Karakter Juz 5 Pada Al-Qur'an (Feminim dan Suka Mengungkit)

FsqDaqaSeroja - Assalamu'alaikum sobat kaum muslimin semua, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Kami dari admin blog ini akan membagikan ulasan mengenai materi format dan struktur al-Quran format 18 baris. Melanjutkan postingan kami mengenai Tipe karakter Juz 4 yang sudah kami bagikan, sekarang admin ingin membagikan kelanjutanya yakni artikel tentang Tipe Karakter Juz 5 Pada Al-Qur'an (Feminim dan Suka Mengungkit). Mari kita simak dan baca keseluruhannya di bawah ini.

Tipe Karakter Juz 5 Pada Al-Qur'an (Feminim dan Suka Mengungkit)

Berikut Tipe Karakter Juz 5 Pada Al-Qur'an (Feminim dan Suka Mengungkit) :

PROFIL JUZ 5

Juz ini hanya berisi satu surat yang tidak penuh, yaitu surat ke-4 (an-Nisaa) sebanyak 124 ayat. Surat an-Nisaa berisi 176 ayat, dan 124 ayat yang berada ditengah (24-147) menjadi milik juz 5. Juz 5 memiliki profil yang sama dengan juz 2. Ia berada ditengah-tengah surat panjang. Dua surat panjang dalam al-Quran, yang terbagi ke dalam 3 juz, atau dimiliki oleh 3 juz ialah surat ke-1 (al-Baqarah) dan surat ke-4 (an-Nisaa). Karena posisinya yang berada di tengah-tengah surat, maka juz ini tidak diawali oleh awal surat, dan juga tidak berakhir pada akhir surat. Banyak juz yang tidak berawal dari awal surat, dan tidak berakhir pada akhir surat, sebagaimana juz 2 dan juz 5, tetapi di tengah tengahnya pada umumnya memiliki surat utuh. Di sinilah letak kekhususan pembagian juz dalam al-Quran. Konsistensi pembagian juz hanya dapat dilihat pada pengelompokkan jumlah ayat pada tanda ’ain. Artinya, pengelompokkan ayat ke dalam tanda ’Ain pada setiap juz tetap konsisten, dengan jumlah minimal 14, dan maksimal 22 (selain juz 30). Namun demikian, tidak ada juz yang jumlah tanda ’ainnya 15. Juz 5 memiliki 17 tanda ’ain,

KARAKTER JUZ 5

Huruf cetak-tebal pada ayat awal juz ini ( Waalmuhsanaatu ). Terhadap waktu, seorang juz 5 dapat bersifat disiplin, tetapi sekaligus juga pelupa. Terhadap modal atau uang, ia dapat mengaturnya dengan baik, tetapi ia sering begitu ”perhitungan” dalam mengalokasikan uang, sepertinya menjadi seorang yang agak ”pelit”. Seorang juz 5 pada umumnya sangat labil, ia mudah sekali emosi, tetapi sekaligus emosinya juga cepat reda. Pada saat marah, ia dapat saja ”mencak-mencak” dengan mengeluarkan berbagai perkataan, tetapi kemudian ia kembali stabil dan lupa terhadap apa yang ia marahkan. Ia tidak memiliki rasa dendam, atau memendam perasaan.

Kemarahan baginya hanya sekedar pelepas beban psikologis. Bagaikan membuang kotoran dari tubuh, setelah kotoran itu hilang maka ia lupa pada kotoran itu. Seorang juz 5 juga memiliki kepedulian pada lingkungan. Ia begitu ”usil” terhadap penampilan orang lain. Ia begitu jeli dalam mengamati kerapihan orang lain, bahkan sampai pada persoalan yang kecil dan sepele. Dia seorang pribadi wanita sejati. Jika juz 4 berisi surat an-Nisaa bercampur dengan surat Ali Imran, dan dalam juz 6 surat an-Nisaa bergabung dengan surat al-Maidah, maka juz 5 hanya berisi surat an-Nisaa murni. Tetapi karena kemurniannya itu, ia bukanlah tipe seorang ibu rumah tangga yang mampu memberikan hidangan secara ”perfect” terhadap suami. Berbeda dengan juz 6 yang memiliki ”daya-tampil” dan kemampuan menghidangkan (al-Maidah) tinggi, juz 5 justru tidak memiliki alternatif lain, selain hanya sebagai pendamping lelaki. Ia hanya mampu mencerna dan mengolah dengan baik, tetapi menghidangkannya secara sempurna masih tetap kalah dengan juz 6. 

Ini artinya, bahwa ada kekurangan laten dalam diri seorang juz 5, dalam posisinya sebagai wanita atau ibu. Ia memiliki kekuatan pada bagian tangan, tetapi sekaligus apa yang ia kerjakan (tangan) biasanya atau bahkan sering tidak pernah sempurna. Pada saat ia berada pada posisi ”senang”, ia sangat cekatan untuk melakukan berbagai pekerjaan (kegiatan). Tetapi begitu terganggu kondisi hatinya, maka seketika itu ia tak mampu mengerjakan apa-apa. Sebagai seorang wanita, maka ia memiliki perasaan yang halus dan romantik. Sikap kemanjaan dan ketergantungan terkadang muncul. Dan apabila seorang juz 5 laki-laki, ia pun memiliki penampilan yang cenderung halus, bagaikan seorang wanita. Dari segi intelektual, karena ia memiliki kepedulian sosial (lingkungan) tinggi, maka ia dapat berpikir masalah global (mondial). Tetapi ia hanyalah seorang generalis, yang hanya tahu sedikit tentang berbagai masalah. Memang dari segi pemikiran, ia selalu berobsesi menjangkau banyak hal. Dan ia juga berambisi untuk menangani berbagai persoalan. Tetapi, dari segi praktis (operasional) ia lemah. Ia sering memiliki gagasan kreatif, tetapi sekaligus ia tak mampu merealisasikan gagasan kreatifnya itu dalam kegiatan operasional. 

Seorang juz 5 pada umumnya memiliki banyak rencana, tetapi banyak rencana yang akhirnya kandas dan tak mampu direalisasikan. Ia juga bersikap normatif terhadap orang lain. Di samping itu, ia juga sering memperbesar masalah yang sebenarnya kecil. Obsesinya untuk memperbaiki kondisi lingkungan, atau kerabat terdekat begitu besar. Atau sebaliknya, ia sering menguasai lingkungan atau kerabat (kawan-kawan) terdekat.

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

Kelemahan dan kelebihan seorang juz 5 terletak pada bagian tangan dan atau syaraf. Tetapi kelemahan pada bagian tangan pada umumnya tidak dalam bentuk fisis, melainkan pada aspek kemampuan menangani masalah ataupun pekerjaan yang benar-benar lemah. Ketika bagian tangan seorang juz 5 menjadi kelebihan, maka berarti ia dapat menangani berbagai macam persoalan. Dan ia menghendaki segala sesuatu yang berada di sekelilingnya tampak rapih. Tetapi ketika tangan sedang menjadi kelemahan, maka berarti ia sedang tidak mampu melakukan apapun. Dan hal ini terjadi ketika ia sedang mengalami gangguan pada titik 9 (hati).

Kelemahan yang secara fisis bersifat laten biasanya terdapat pada bagian syaraf atau persendian. Atau juga pada bagian lengan tangan kanan. Kelemahan lain, dan ini kekecualian, terdapat pada bagian pernapasan atau tenggorokan. Banyak orang juz 5 yang gampang terkena penyakit asma. Sistem 11 pada juz 5 sama dengan yang ada pada juz 14 dan 23. Sebab juz-juz tersebut merupakan juz pemampatan (saudara) terdekat (mirip) dari juz 5. Ini berarti bahwa, ketika seorang juz 5 mampu memanaj perasaan dan kondisi hatinya secara setimbang, maka kelemahan laten yang ia miliki tidak akan menjadi sakit yang terlalu parah.

PESAN KEILMUAN

Pesan (keilmuan) yang terkandung di dalam juz 5 mengenai tugas seorang wanita sebagai ibu. Setelah bertemu dengan Ali Imran dalam kehidupan rumah tangganya (di juz 4), seorang an-Nisaa (wanita) akan mengandung selama 9 bulan, melahirkan, memberi makan dan nafas kehidupan melalui hubungan tali-rasa dengan seorang anak. Setelah lahir hingga usia tertentu ibulah yang mempunyai banyak andil dalam mendidik dan mengasuh anak. Sehubungan dengan perkembangan psikologi, dalam juz ini mengisyaratkan bahwa seorang anak pada usia 5 tahun, akan lebih dekat dengan ibu. Juz 5 merupakan sandi tentang kehormatan (keistimewaan) bagi kaum hawa, ia mendapat sebuah juz khusus yang pada surat lelaki tidak ada. Namun, ada konsekuensi tersendiri bagi seorang wanita juz 5, apabila ditinggal suami (Imran), seorang an-Nisaa harus dapat berperan ganda, sebagai seorang ibu sekaligus bertindak sebagai ayah bagi anak-anaknya.

SUMBER : Darul Qohar

Demikian ulasan dari kami tentang Tipe Karakter Juz 5 Pada Al-Qur'an (Feminim dan Suka Mengungkit), semoga dapat menjadikan manfaat bagi admin dan saudara semua. Terima kasih sudah mengikuti kami dan membaca artikel kami. Somoga beberkah, Amiin.

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts