Home » » Tipe Karakter Diri JUZ 2 (Jaga Penampilan dan Temperamental)

Tipe Karakter Diri JUZ 2 (Jaga Penampilan dan Temperamental)

Lanjutan dari postingan sebelumnya dari materi Karakter Diri Juz 1 , sekarang melanjutkan materi pembahasan tentang Karakter Diri Juz 2 di Balik Al- Qur'an. Mari kita simak bersama sama.

Karakter Diri Juz 2

1. Profil

Juz ini hanya berisi satu surat yang tidak penuh, yaitu surat ke 2 (Al Baqarah) ayat 142 hingga 252. Juz ini merupakan salah satu Juz yang jumlah ayatnya paling sedikit, yaitu sebanyak 111 ayat, dengan jumlah tanda ’Ain sebanyak 16. Juz lain yang jumlah ayatnya sama dengan Juz 2 adalah Juz 6. Surat yang jumlah ayatnya 111 juga ada dua, yaitu surat ke-12 (Yuusuf) dan surat ke-17 (Al-Israa). Berikut ini daftar atau gambaran nama surat pada Juz 2. Surat Al Baqarah dimiliki oleh 3 Juz, yaitu Juz 1, 2, dan 3. Dari Pembagian ini tampak bahwa Juz 2 tidak memiliki awal dan akhir surat, karena ia berada di tengah-tengah surat. 

Dalam Al Qur’an, ada dua Juz yang karakternya sama dengan Juz 2, yaitu Juz 5,yang berada di tengah-tengah surat An Nisaa. Jika Al Baqarah diibaratkan sebagai susu, maka Juz 2 ini bagaikan susu murni, yang tidak memiliki campuran apapun. Jika pada Juz 1, surat Al Baqarah bercampur dengan surat Al Fatihah, dan pada Juz 3 surat Al Baqarah bercampur dengan surat Al Imran, maka Juz 2 surat Al Baqarah benar-benar murni, dan tidak bercampur dengan surat manapun.



2. Karakter Juz 2

Huruf cetak-tebal pada ayat awal Juz ini (Syayaquulu). Dengan huruf cetak-tebal tersebut, maka seorang Juz 2 memiliki fisik yang sangat kuat. Namun, meskipun fisiknya kuat, seorang Juz 2 biasanya berperasaan amat ”cengeng” atau mudah sekali tersinggung, sebagaimana
juga Juz 20. Jika Juz 11 dan Juz 29 pada umumnya bersikap ”cuek”, maka Juz 2 dan Juz 20 pada umumnya tidak bisa ”cuek”.

Dialah satu-satunya orang yang sangat licik dalam pergaulan sehari-hari. Huruf ke-2 (Ba). Dalam kata ”Basmalah”, terdapat huruf pertama (Ba). Sedangkan kata tersebut dipakai untuk ”mengatasnamakan- diri” terhadap Tuhan. Dengan kata lain, kata ”Basmallah” juga dapat berarti ”atas nama Tuhan”. Seorang Juz 2, juga memiliki kepandaian ”mengatas-namakan” orang lain dalam menjelaskan sesuatu. Dia sangat pandai menggunakan ”kata si Anu”, ”kata si fulan”, dan sebagainya sehingga ia sendiri seolah hampir tidak pernah memiliki kata atau pikiran (pendapat). Jika kelincahan mengatas namakan orang lain dalam pembicaraan itu kemudian dipakai untuk tujuan tertentu, maka seorang Juz 2 sangat pandai dalam ”menghasut” orang. Bahkan, untuk mengadu domba pun dapat. Huruf ke 2 (Ba), yang artinya mata. Ini berarti juga bahwa seorang Juz 2 sangat lincah dalam membaca orang lain. Bahkan membaca sampai pada akar-akarnya pun ia mampu. 

Karena pada dasarnya ia seorang yang amat lemah segi mentalitasnya, maka ia tidak memiliki kepercayaan diri. Karena itulah, maka ia cenderung menggunakan nama orang lain sebagai ”tameng”.
Ia berlindung diri di balik ”kata orang”. Tetapi suatu saat, ia juga memiliki ”egoisme” yang membuatnya menjadi anti-dialog. Seorang juz 2 juga memiliki kecenderungan pada masalah pemurnian jiwa. Oleh karena itu, tidak heran jika seorang juz 2 kemudian aktif dalam kegiatan ilmu ”kebatinan”, atau hal-hal yang sifatnya ”olah-batin” atau ”olah-rasa”. 

Juz ini berisi ayat-ayat yang relatif panjang-panjang. Dan di tengah-tengah Juz tak terdapat kekosongan baris yang berisi nama surat. Ini juga dapat menunjukkan bahwa seorang Juz 2 memiliki
sifat yang inklusif, terbuka. Di samping sangat labil, mudah goyah, juga mudah terpengaruh dan terombang-ambing oleh situasi lingkungan sekelilingnya. Ia benar-benar hanyut oleh lingkungan sosial nya, hampir tak pernah punya pegangan. Bahkan ia hanya berpegang pada omongan orang lain, sehingga ia kehilangan jati dirinya. Memang, jika dilihat dari strukturnya, Juz ini hanya merupakan
bagian kecil dari sebuah surat panjang. Apabila ia menjadi seorang pekerja tulen, maka ia akan menjadi orang yang benar-benar kuat secara fisik. Jika ia menjadi seorang pemikir, maka pikirannya sangat inklusif dan mudah terpengaruh.

Tetapi, dalam masyarakat kita, orang yang berjuz 2 juga relatif jarang. Jika toh ada, dapat dipastikan bahwa ia lebih cenderung menampilkan kekuatan fisisnya, ketimbang segi intelektualitasnya. Karena kepercayaan dirinya yang lemah, maka seorang Juz 2 juga cenderung lambat, dan sangat ragu-ragu dalam menangani masalah. Dia selalu ”takut salah” dalam menangani atau mengerjakan sesuatu. Namun demikian, ia juga seorang yang tahan banting, dan ”kebal” dari lecehan orang. Apabila ia melakukan kesalahan, ia cukup siap untuk dilecehkan ataupun dimarahi. Meski demikian, ia tidak mudah frustasi.

3. Kelemahan dan Kelebihan

Di samping kelemahan segi mentalitas (perasaan), seorang Juz 2 memiliki kelemahan pada bagian mata dan hati (lever). Kelemahan lain terletak pada bagian lengan kanan. Sistem 11 Juz 2 sama dengan Juz 11, 20 dan 29. Sebab, Juz 2 juga merupakan Juz pemampatan dari Juz-Juz tersebut. Juz 2 juga memiliki kelebihan pada mata. Jika kelebihan ini muncul, maka ia dapat tidur berhari-hari. Ia dapat dengan mudah tidur dimanapun, dan dalam suasana apapun. Artinya ia dapat ”menyetel” bagian matanya sedemikian rupa sehingga tidak ada problema ”susah tidur”. Jika mata menjadi kelebihan, maka ia sangat jeli dalam mengamati segala sesuatu. Bahkan, ia cenderung tidak mudah percaya terhadap omongan orang lain. Setelah ia dapat melihat dan menyaksikan sendiri apa yang diceritakan orang, barulah ia percaya. 

Oleh karena itu, seorang Juz 2 juga biasanya cenderung menampakkan sifatnya yang ”bandel”, tak dapat dinasehati (”diomongi”). Setelah dia ”mentok” atau terbentur, barulah ia percaya pada omongan orang. Seorang Juz 2 sebaiknya dikondisikan untuk banyak membaca. Dengan maksud, agar kekuatan matanya mendapat akomodasi secara dini. Ia punya bakat untuk menjadi seorang pengamat, bahkan untuk memperbaiki onderdil yang kecil-kecil, pada saatnya ia mampu. Ia juga memiliki keterampilan pada bagian tangannya. Artinya, segi psikomotorik Juz ini, apabila dikembangkan secara optimal sejak kecil, dapat membuatnya menjadi seorang yang trampil dan jeli dalam menjalankan karirnya sebagai seorang ahli ”reparasi” segala macam perkakas.

Bersambung, dan dilanjutkan kemateri berikutnya. Silahkan baca artikelnya Karakter Diri Juz 3.

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts