Pesan Yang Tersirat Di Dalam Al-Qur'an

Assalamu'alaikum Warahmatullohi wabarakatuh ...

Seperti kita ketahui bersama bahwa komposisi utama Al-Qur'an adalah 30 Juz, 114 Surat , dan 6236 Ayat. Banyak sekali periatiwa diturunkannua Al-Qur'an baik berupa ayat, tempat, dan waktu diturunkannya ternyata menjelaskan tentang isi Al-Qur'an itu sendiri. Seperti peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hiro yang diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan, dan terjadinya Malam Lailatul Qodar.

Pesan Yang Tersirat Di Dalam Al-Qur'an

Goa Hiro adalah tempat dimana diturunkannya Wahyu pertama Al-Qur'an dan surat yang pertama diturunkan yaitu Al-Alaq.

Mari kita simak penjelasan tentang Pesan Yang Tersirat Di Dalam Al-Qur'an dibawah ini:

- Surat Al-Kahfi (GUA) adalah urutan surat ke 18
- Surat Al-Alaq (Segumpal Darah) adalah urutan surat ke 96
Jadi jika kita jumlahkan nominal diatas, akan ketemu hasilnya adalah 114, dari hasil penjumlahan 18 + 96 = 114
Dan Ternyata jumlah 114 adalah Jumlah surat dari keseluruhan Al-Qur'an.

Peristiwa wahyu diturunkannya Al-Qur'an yaitu pada tanggal 17 Ramadhan, hal ini sangat berkaitan erat dengan malam kemulyaan yaitu malam Lailatul Qodar. Hal ini dapat dibuktikan dengan pembahasan dibawah ini :

- Surat Al-Isro adalah urutan surat ke 17
- Surat Al-Qodr adalah urutan surat ke 97
Jadi jika kita jumlahkan nominal angka diatas, akan ditemukan hasil 114. Dan ternyata jumlah 114 adalah jumlah keseluruhan surat dalam Al-Qur'an.

Mengapa pada surat Al-Alaq itu sendiri hanya 5 ayat saja yang pertama kali diturunkan? ... Padahal total dari surat tersebut adalah 19 ayat. Lalu pertanyaan yang timbul, mengapa tidak diturunkan sekaligus saja?. Adakah memiliki pesan tertentu?

Allah berfirman dalam surat Ke 17, Surat Al-Isro ayat 106 :

"Dan Al-Qur'an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacanya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian"

  • Pada 5 Ayat pertama, menegaskan pentingnya "Membaca" dengan Nama Sang Pencipta" agar manusia menyadari karunia "Pengetahuan".
  • Dan 14 Ayat berikutnya, berisi penegasan atas hal-hal yang sangat problematis dalam kehidupan, resiko dari perbuatan dan sikap yang harus dipilih oleh manusia.
Adapun yang berhubungan dengan angka 5 (Lima) antara lain :

1. 5 Waktu Sholat Fardhu
2. 5 Rukun Islam
3. 5 Induk dari Al-Mushaf, 4 diantaranya dikirim ke Mekkah, Syiria, Basrah, Kuffah, dan yang 1 Mushaf lagi untuk Khalifah Ustman sendiri.

Simak juga tentang kemukjizatan Qur'an mengenai fakta-fakta Al-Qur'an secara ilmiyah. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga dapat memetik hal yang positif dipembahasan ini. Amiin

Hubungan Peristiwa Israa' dan Mi'raaj Dengan Al-Qur'an

Peristiwa Isra' dan Mi'raaj ini sendiri, maupun ibadah sholat yang diperintahkan oleh Allah, jika dicermati ternyata mempunyai hubungan yang sangat erat sekali dengan Al-Qur'an, baik yang berhubungan dengan nama surat maupun dengan bilangan tertentu yang berkaitan dengan jumlah ayat, nomor surat atau nomor juz yang terdapat didalam Al-Qur'an

Peristiwa Isra dan Mi'raaj

Kata Israa', mengingatkan kita kepada surat ke-17 yaitu surat Al-Israa yang berarti "Memperjalankan Di Malam Hari". Ayat yang pertama dari sura tersebut berbicara tentang perjalanan Israa dan Mi'raaj yang terjemahannya berbunyi : 

"Maha Suci Alloh yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam hari dari Masjidil Haraam ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengan lagi Maha Mengetahui." (ayat 1)

Sedangkan kata Mi'raaj mempunyai hubungan erat dengan surat ke-70 yaitu surat Al-Ma'aarij, yang berarti "Tempat-tempat naik" atau tempat yang paling tinggi. Peristiw mi'raaj ini bercerita tentang naiknya Nabi Muhammad ke langit bersama dengan malaikat Jibril dalam rangka menerima perintah Allah berupa ibadah shalat yang harus dilaksanakan oleh umat manusia.

Begitu pula ketika kita berbicara tentang peribadatan shalat itu sendiri. Diantara peribadatan shalat yang bersifat fardlu maupun sunnah, ada yang mempunyai hubungan dengan nama-nama surat didalam Al-Qur'an. Seperti, misalnya : Sholat fardlu Ashar. Sholat fardlu ini tidak terlepas hubunganya dengan surat ke 103 yaitu surat Al-Ashr. Sedangkan yang berkaitan dengan sholat sunnah, seperti sholat lail (malam) dimana pada waktu tengah malam, orang biasa melakukan shalat tahajud, istigharah dan sholat sunnah yang lainnya.

Hubungan erat Shalat sunnah :
1. Sholat Lail (Malam), mengingatkan kita dengan surat ke 92 yaitu surat Al-Lail.
2. Sholat Dhuha, berhubungan dengan surat Al-Fajr dan surat Adh-Dhuha.

Dan masih banyak sekali didalam Al-Qur'an, keterangan tentang adanya perintah Allah bagi manusia untuk dirikanlah shalat juga banyak kita dapati didalam Al-Qur'an. seperti An-Nisaa ayat 103. Dan adanya waktu-waktu tertentu untuk melaksanakan perintah sholat fardlu lima waktu dalam sehari semalam diterangkan juga oleh ayat-ayat Al-Qur'an seperti dalam surat Al-Israa ayat 78. 

Lebih jelasnya lagi, keberadaan waktu sholat fardlu yang lainnya, diterangkan juga oleh ayat Al-Qur'an tentang sholat Fardlu Ashar, para ulama sepakat bahwa hal itu mengacu kepada QS. AL-Baqarah ayat 238.

QS. AL-Baqarah ayat 238
Tentang Sholat Fardlu Maghrib, diterangkan oleh QS. Huud ayat 114. Jika anda baca artinya dan menemui kalimat "pada bagian permulaan daripada malam" yang disebutkan pada ayat ini tentunya mengarah kepada shalat fardlu maghrib. Karena waktu sholat maghrib merupakan batas antara sore hari dengan mulai bergulirnya waktu malam.

Tentang Shalat Fardlu Isya, diterangkan pada QS. An-Nuur ayat 58, silahkan anda buka Al-Qur'an dan baca ayat beserta terjemahannya.

Meskipun demikian, dari uraian yang akan kita ikuti melalui sebuah model yanng kami sebut sebagai PUTARAN SHALAT. Pesan yang tersirat dari kelima shalat fardlu didalam sehari semalam itu, InsyaAllah akan terlihat jelas berdasarkan posisi, fungsi ataupun peran masing-masing.

Baca juga tentang :  Cara Membuktikan Raka'at Sholat Melalui Ilmu Numerik Al-Qur'an Part 1 dan 2

Terima kasih sudah berkunjung dan semoga pemaparan di atas menjadi manfaat yang positif. Amiin

Cara Membuktikan Raka'at Sholat Melalui Ilmu Numerik Al-Qur'an Part 2

Dalam hal ini masih membahas tentang Raka'at sholat, yang dimana pembahasan pertama atau postingan kami yang pertama yang berjudul Cara Membuktikan Raka'at Sholat Melalui Ilmu Numerik Al-Qur'an Part 1, kali kami meneruskan Pembuktian 17 Raka'at sholat dengan artikel berjudul Cara Membuktikan Raka'at Sholat Melalui Ilmu Numerik Al-Qur'an Part 2

Mari kita coba hubungkan dengan sistematika jumlah surat dalam Al-Qur'an, yaitu yang berjumlah 114 surat. Sebagai langkah awal atau tahap awal adalah melihat urutan Surat 1 dan surat ke 114, dan jumlah 112 surat itu ditengah-tengahnya (diantara surat 1 dan surat ke 114). Mari kita simak penjelasannya dibawah ini : 

- Surat ke 1, yaitu surat awal dari Al-Qur'an yaitu surat Al-Fatihah dengan jumlah 7 ayat.
- Surat ke 1 , yaitu surat dari akhir dalam Al-Qur'an yaitu surah An-Naas yang berjumlah 6 ayat.
- Nilai 112 surat itu di subsitusikan menjadi nomor surat dalam Al-Qur'an adalah surat Al-Ikhlas yang berjumlah 4 ayat.
- Tercipta Qs. 1 (Al Faatihah) 7 ayat – Qs. 112 (Al Ikhlaash) : 4 ayat – Qs. 114 (An Naas) 6 ayat.

Selanjutnya simak penjabaran dibawah : 

1. Memperhatikan Qs. 112 (Al Ikhlaash) dengan makna redaksi verbalnya, yaitu menjelaskan tentang konsep untuk memurnikan keEsaan Allah swt (ketauhidan).

2. Berarti dari awal Al Quran (Qs. 1) sampai dengan akhirnya (Qs. 114), cukup jelas menggambarkan bahwa Al Quran dengan segala hikmah ilmu yang terkandung di dalamnya, akan menghantarkan manusia yang istiqamah berpegang teguh padanya, kepada satu muara, yaitu memurnikan keEsaan Allah (ketauhidan).

3. Nilai 112 juga merupakan jumlah ayat dari Qs. 21 (Al Anbiyaa’/Para Nabi). Hal ini semakin menegaskan bahwa ternyata benang merah dari ajaran dan risalah para rasul adalah tentang ketauhidan, sebagaimana yang ditegaskan pada 21 Al Anbiyaa’ ayat ke 25 : “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku”.

4. Perhatikan korelasi dari nilai 21 dan 25, pada ayat di atas. Qs. 21 adalah Anbiyaa’ : Para Nabi, sedangkan nilai 25 nya adalah merupakan jumlah para nabi yang wajib diimani. Artinya pada ayat ini jelas menegaskan bahwa : pengutusan seluruh rasul kemuka bumi ini, tidak lain adalah untuk menyampaikan dan meyakinkan seluruh ummat manusia bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan oleh karena itu maka sembalah Dia.

5. Dengan landasan ketauhidan inilah, maka selanjutnya nilai 4 (jumlah ayat dari Qs. 112) akan dijadikan sebuah parameter sistematika selanjutnya.

6. Konsep tauhid, adalah hanya ditujukan kepada yang Maha Esa/Satu (Allah), sebagaimana redaksi verbal dari Qs. 112 yaitu : “Katakanlah (Muhammad), “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa”.

7. Maka gerak sistematika numeriknya dibuat terbalik, yaitu dari surat ke. 114 (akhir) menuju ke surat ke 1 (awal). Atau menjadi : Qs. 114 – Qs. 112 – Qs. 1.

8. 114 berjumlah 6 ayat dan Qs. 1 berjumlah 7 ayat. Dengan parameter 4 ayat dari Qs. 112 yang menjadi rumus pemilahan jumlah ayat (Qs. 114 dan Qs. 1), maka selanjutnya : 6 ayat dari Qs. 114 menjadi : 4 + 2, dan jumlah 7 ayat dari Qs. 1 , menjadi : 4 + 3.

Sehingga terbentuklah sistematika urutan baru yaitu : 4 + 2, 4, dan 4 + 3.
Bukankah ke 5 variabel tersebut ternyata merupakan urutan jumlah rakaat dalam 5 waktu ?.YAITU : 
4 (Isya’) – 2 (Shubuh) – 4 (Dzuhur) – 4 (‘Ashar) dan 3 (Maghrib)

Penjelasan Lengkap, Lihat Skema Dibawah ini :

Membuktikan Raka'at Sholat Melalui Ilmu Numerik Al-Qur'an Part 2


  • Mari kita eksplor lebih jauh lagi hasil di atas. Khususnya pada titik Dzuhur. Coba perhatikan Qs. 112 = 4 ayat. Nilai 112 bila masing-masing variabelnya dijumlahkan : 1 + 1 + 2 = 4. Dan jumlah ayatnya pun 4 ayat.
    Lalu perhatikan lafadz kata Dzuhur dalam bahasa Arab yaitu : ﻈﻬﺮ
  • Huruf Arab tersebut terdiri dari huruf : Dza (ﻅ)= abjad ke 17, Ha (ﻫ) = abjad ke 27 dan Ra (ﺮ) abjad ke 10, sehingga bila dijumlahkan seluruhnya menjadi : 17 + 27 + 10 = 54, Seperti skema di bawah ini :

    Huruf Arab Dhuhur
  • Sebelumnya sudah didapatkan nilai 4 (dari penjumlahan 3 variabel nomor surat 112, yaitu 1+1+2 = 4), lalu nilai 4 (dari jumlah ayat Qs. 112)
  • Mari kita jumlahkan ke - 3 hasil diatas : 4 + 4 + 54 = 62 . Apakah surat ke 62 didalam Al-Qur'an?, surat tersebut adalah surat Al Jum'ah (dengan jumlah ayatnya 11.
  • Tentunya hasil tersebut sudah bisa dikorelasikan bukan, mengapa waktu sholat jum'ah jatuhnya pada waktu sholat Dhuhur? .
  • 62 (Al-Jum'ah) jumlah 11 ayat, Kembali jumlahkan nilai pada jumlah ayatnya, yaitu 1 + 1 = 2.
Bukankah sholat Jum'ah yang waktunya jatuh pada waktu sholat Dhuhur mempunyai jumlah 2 Raka'at?. Subhanalloh... sedemikian sempurna sistematika numerik dalam Al-Qur'an. Untuk kesekian kalinya matematika ilahiah menunjukan kesempurnaanya, Lantas apalagi yang diragukan atas nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an.

“Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya.” Tidak, Al- Quran itu kebenaran (yang datang) dari Tuhan-mu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk”. Qs. 32 (As Sajdah) ayat 3.

Terima kasih sudah berkunjung disini. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan kafir yang menganggap Al Quran adalah Rasulullah saw yang mengada-adakannya, atau hasil karya cipta Muhammad saw. Sungguh, Al Quran adalah kebenaran yang datang dari Allah, agar kita mendapat petunjuk. Baik itu kebenaran dari redaksi verbalnya, nilai numeriknya, dan hal-hal hal lain yang tersurat dan tersirat di dalamnya.

Cara Membuktikan Raka'at Sholat Melalui Ilmu Numerik Al-Qur'an Part 1

Ibadah Sholat adalah suatu ritual ibadah wajib (Fardhu) yang dilaksanakan oleh umat Islam dalam waktu sehari semalam, yaitu ada 5 Waktu Sholat. Diantaranya adalah Sholat Subuh, Dhuzur, Ashar, Maghrib dan Sholat Isya. Dan jumlah dalam sholat tersebut berbeda-beda jumlah rokaatnya. Saya jelaskan disini bahwasanaya, Sholat Subuh ada 2 Raka'at, Sholat Dhuzuh ada 4 Raka'at, Sholat Ashar ada 4 Raka'at, Sholat Maghrib ada 3 Raka'at, dan Sholat Isya ada 4 Raka'at. Jadi jumlah sholat wajib umat Islam sehari semalam ada 17 Rakaat.

Dalam artikel ini kami akan berbagi informasi dan Ilmu tentang Cara Membuktikan Raka'at Sholat Melalui Ilmu Numerik Al-Qur'an, yang dimana jumlah dalam sholat wajib sehari semalam adalah 17 Raka'at. Wacana ini tentu sudah banyak disampaikan oleh para ahli agama, dengan kajian verbal Al Qur’an dan Hadist. Namun, mungkin masih sedikit yang mengulasnya dari sisi numerik Al Qur’an. Harus di akui dengan jujur, riwayat hadist shahih tentang bagaimana terlahirnya jumlah masing-masing rakaat tersebut (seandainya ada), ternyata masih sangat minim sosialisasi nya kepada ummat. Bahkan dengan keminiman tersebut, kamipun sampai saat ini, belum berhasil menemukan riwayat shahih yang menjelaskan hal ini secara terperinci. Kecuali, keterangan-keterangan shahih yang menjelaskan tentang waktu-waktu pelaksanaannya saja. Tanpa bermaksud mengabaikan atau mengenyampingkan riwayat shahih yang minim sosialisasinya, dan bukan pula atas dasar keraguan pada keberadaan ritual shalat yang sudah dijalani ummat selama ini, serta sambil berharap dan berusaha mendapatkan referensi shahih tersebut, kami dari pengkaji Al Qur’an melalui pendekatan numerik Al Qur’an, berusaha mencari referensi shahih dan aktualnya dari sang sumber ilmu itu sendiri, Al Qur’an. Sebuah ikhtiar, yang dilandasi oleh keyakinan bahwa memang benarlah adanya Al Quran adalah kitab petunjuk (huda li naas), sumber dari segala sumber ilmu.  

Selanjutnya, bila memperhatikan dari sisi redaksi verbal Al Qur’an, ternyata untuk hal ini pun tidak ada penjelasan sama sekali. Tidak ada satupun redaksi verbal (terjemahan) Al Quran yang menjelaskan hal bilangan rakaat dari masing-masing waktu shalat. Nah, berangkat dari di sinilah keingintahuan kami bermula. Karena harus diyakini bersama, bahwa Al Qur’an adalah sumber dari segala ilmu, pastinya untuk hal yang sangat penting seperti jumlah rakaat shalat, tentu ada keterangannya di sana. Kalau tidak ada disisi redaksi verbalnya, mungkin dari sisi numeriknya.

Mari kita simak pembuktian dari pesan numerik Al-Qur'an dari Jumlah Raka'at sholat yaitu 17 Raka'at, berikut penjelasannya : 

METODE PERTAMA : Pembuktian dari Lafal Sholat.
Secara nilai numeriknya dari lafal arab dari bacaan Sholat, uraiannya adalah sebagai berikut : 

1. Coba diperhatikan diantara 4 nilai diatas, terdapat 2 angka yang nilainya tidak bisa di subsitusikan menjadi JUMLAH AYAT dalam Al-Qur'an, yaitu nilai angka 23 dan angka 32. Karena dari 114 surat, yaitu jumlah surat dalam A-Qur'an tidak ada satu pun yang memiliki jumlah ayat sebanyak 23 dan 32. Jadi nilai tersebut digabungkan seperti ini : 
Nilai angka 23 digabungkan dengan angka 32 menjadi 2332, terdiri dari : 4 Digit 

2. Lalu selanjutnya kedua nilai tersebut ditambahkan, 23 + 32 = 55 ,
Sehingga tercipta huruf 55 yang terdiri dari : 2 Digit

3. Selanjutnya, nilai angka 55 tadi dikorelasikan kedalam surat dalam Al-Qur'an, yaitu surat ke 55 adalah surat Ar-Rohman yang berjumlah 78 ayat.
Bila kedua nilai tersebut digabungkan sistem digitnya, menjadi 5578, terdiri dari : 4 Digit

4. Nah didalam Al-Qur'an terdapat surat lagi yang berjumlah 78 ayat, yaitu surat ke 22 (Al Hajj)
Sehingga sistem digitnya menjadi 2278, terdiri dari : 4 Digit

5. Selanjutnya lihat metode berikut ini : 
Terdapat hasil dengan nilai 233 , sistem digitnya terdiri dari : 3 Digit
Sekarang lihat hasil dari uraian metode tersebut yang sudah diulas, lihat pembentukan digit yang ditandai tebal dan yang digaris bawahi tersebut dari masing penjabaran ditas, memperoleh digit sebagai berikut : 4 - 2 - 4 - 4 - 3.
Kalau kita jabarkan bersama-sama nilai digit tersebut adalah, Digit 4 (Jumlah Rokaat Sholat Isya), Digit 2 (Jumlah Rakat Sholat Subuh), Digit 4 (Jumlah Rakaat Sholat Dhuzur), Digit 4 (Jumlah Rakaat Sholat Ashar), dan Digit 3 (Jumlah Rakaat Sholat Maghrib).

Dari hasil perhitungan diatas, akhirnya (pada perhitungan titik Maghrib/3 digit) terdapat nilai 233. Bila ditambahkan dengan nilai 5 (yaitu jumlah waktu shalat fardhu) maka menghasilkan nilai : 233 + 5 = 238

Satu-satunya surat yang bisa mencapai ayat ke 238 adalah Surat ke-2 (Al Baqarah), yang terjemahan dari ayatnya adalah : “Peliharalah semua shalat dan shalat Wusthā. Dan laksanakanlah (karena Allah dengan khusyuk”  (QS. 2 , 233)

METODE KEDUA :

Uraian pada metode pertama diatas yang ditinjau dari 2 nilai, yaitu (23 dan 32) yang tidak bisa disubstitusikan sebagai jumlah ayat. Bagaimana dengan nilai 14 (ﺹ) dan 26 (ﻭ) nya?
Nah Nilai yang ini bisa disubstitusikan menjadi jumlah ayat dari 2 buah surat, yakni Surah ke-61 (Ash Shaf) : 14 ayat dan Surah ke-88 (Al Ghaasyiah) : 26 ayat.

Selanjutnya kita mulai dengan perhitungan yang sedikit berbeda dengan perhitungan dari metode pertama, berikut ulasannya :

1. Nilai 14 dan nilai 26 kita gabungkan
Nilai tersebut menjadi 1426, terdiri dari : 4 digit

2. Nilai 14 dan nilai 26 kita jumlahkan
Jadi nilai 14 + 26 = 40 , jadi sistem digitnya terdiri dari : 2 digit

3. Di dalam Al Qur’an ada 2 surat yang berjumlah 40 ayat yaitu Surat ke (75 dan 78) :
Surat ke 75 (Al Qiyamah) : 40 ayat
Dan digabungkan menjadi 7540, jadi sistem digitnya terdiri dari : 4 digit

4.  Surat ke 78 (Al Naba) : 40 ayat
Digabungkan menjadi 7840 : 4 digit

5. Selanjutnya ke 2 Nilai 75 dan 78 tersebut, di hitung dengan metode :
Sekarang lihat hasil perhitungan diatas, terdapat hasil 233. Jadi sistem digitnya terdiri dari : 3 digit

Ternyata dengan metode perhitungan yang sedikit berbeda dengan metode pertama yaitu menghasilkan hasil yang sama. 4 (Sholat Isya) - 2 (Sholat Subuh) - 4 (Sholat Dhuzur) - 4 (Sholat Ashar) - dan 3 (Sholat Maghrib).

Subhanallah, pastinya ini bukan sebuah kebetulan, hanya matematika illahiah lah yang memiliki kesempurnaan sistematika seperti ini. Selanjutnya untuk mencapai keseluruhan ayat surat ke 2, Al Baqarah (286 ayat), maka dari ayat 238 menuju ayat ke 286, butuh 48 ayat lagi atau (238 + 48=286). Bila disubsitusikan lebih lanjut, surat ke 48 adalah Al Fath (Kemenangan). Bukankah hal ini sangat erat hubungannya pada panggilan shalat (adzan), dimana terdapat kalimat “Hayya ‘alal falaah…..”, marilah menuju kemenangan (kebahagiaan).

Yaaa. Demikianlah adanya, dengan istiqamahnya penegakkan shalat, sudah seharusnya kita ummat Islam, memperoleh kemenangan, meraih kebahagiaan. Bila tidak, berarti perlu kita cermati ulang, kaji ulang dan evaluasi atas kualitas shalat kita. Perintah dan janji serta ketetapan Allah tidak mungkin diingkari atau meleset sedikitpun. Kitalah sebagai insan yang penuh dengan khilaf dan dosa, yang menjadi sebab utama tidak terpenuhinya janji dan ketetapan Allah tersebut. Terima kasih sudah berkunjung, dan semoga mendapat manfaat dalam ilmu ini. Jangan lupa baca kajian yang lainnya untuk lebih mengulas lebih banyak lagi tentang Ilmu Numerik Al-Qur'an.

Popular Posts